MENU
Disorot Dunia, DPR Ingatkan Pinisi Bukan Kapal Penumpang
WA FB
Nasional

Disorot Dunia, DPR Ingatkan Pinisi Bukan Kapal Penumpang

G Editor : Gunawan Purba | 20 Jan 2026 | 21:47 WIB
Disorot Dunia, DPR Ingatkan Pinisi Bukan Kapal Penumpang
Lasarus

Jakarta, Sinata.id - Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus menyoroti serius aspek keselamatan kapal pinisi menyusul kecelakaan laut di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang menewaskan pelatih tim sepak bola wanita Valencia CF, Martin Carreras Fernando, bersama dua anaknya beberapa waktu lalu.

Menurut Lasarus, insiden tersebut bukan hanya menjadi perhatian nasional, tetapi juga menyedot sorotan internasional. Ia menegaskan bahwa secara desain awal, kapal pinisi sejatinya diperuntukkan untuk mengangkut barang, bukan penumpang.

“Saya sering berdiskusi dengan Ketua KNKT, Pak Soerjanto Tjahjono. Dari sisi desain, kapal pinisi itu awalnya memang untuk angkutan barang, bukan orang,” ujar Lasarus dalam rapat kerja Komisi V DPR RI bersama Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, Basarnas, BMKG, dan Korlantas Polri terkait evaluasi pelaksanaan Natal dan Tahun Baru 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (20/1/2026).

Ia menjelaskan, struktur kapal pinisi umumnya memiliki lambung yang kosong, sementara beban berada di bagian atas. Kondisi ini, kata Lasarus, membuat kapal lebih mudah kehilangan keseimbangan dan rawan oleng, bahkan terbalik, terutama saat menghadapi gelombang.

“Kalau lambungnya kosong dan bebannya berat di atas, secara logika kapal jadi sangat mudah goyah. Idealnya lambung itu diisi agar keseimbangannya terjaga,” jelasnya.

Lasarus juga mempertanyakan sistem pengawasan terhadap operasional kapal pinisi, mulai dari pelaksanaan ramp check hingga penilaian kelaikan berlayar. Ia menilai, aspek tersebut harus diperiksa secara ketat mengingat kapal tersebut kini juga digunakan untuk mengangkut manusia.

“Bagaimana sistem pengawasannya? Apakah ramp check dan standar kelaikannya sudah setara dengan kapal penumpang lain? Ini menyangkut keselamatan jiwa,” tegasnya.

Lebih jauh, ia menilai kasus di Labuan Bajo berdampak besar terhadap citra Indonesia di mata dunia. Keterlibatan figur internasional dalam kecelakaan tersebut membuat standar keselamatan transportasi wisata Indonesia ikut menjadi sorotan global.

“Kejadian ini melibatkan tokoh yang dikenal dunia. Otomatis, perhatian internasional tertuju pada bagaimana kita menjamin keselamatan wisatawan, termasuk yang menggunakan kapal pinisi,” ujarnya.

Atas dasar itu, politisi PDI Perjuangan tersebut mendesak Kementerian Perhubungan untuk memperketat pengawasan dan menetapkan standar operasional prosedur (SOP) yang jelas bagi kapal pinisi, terutama yang difungsikan sebagai angkutan penumpang.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.