MENU
Dudung Sebut Ada Informasi Dugaan Jual Beli Dapur MBG di Balik Pergant...
WA FB
Nasional

Dudung Sebut Ada Informasi Dugaan Jual Beli Dapur MBG di Balik Pergantian Kepala BGN

T Editor : Tigor Munthe | 03 Jun 2026 | 15:49 WIB
Dudung Sebut Ada Informasi Dugaan Jual Beli Dapur MBG di Balik Pergantian Kepala BGN
Dudung Abdurachman. (Foto: Ist)

JAKARTA, Sinata.id  – Kepala Staf Presiden (KSP), Dudung Abdurachman, mengungkap adanya informasi mengenai dugaan praktik jual beli titik dapur dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut-sebut menjadi salah satu alasan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN).

Pernyataan tersebut disampaikan Dudung saat menjawab pertanyaan wartawan terkait dugaan jual beli dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) usai mengikuti rapat kerja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026). "Ya, saya pun dapat informasi seperti itu," kata Dudung. Menurut Dudung, Presiden Prabowo Subianto telah menerima berbagai informasi mengenai persoalan yang berkembang di lingkungan BGN sejak beberapa waktu lalu.

Ia menegaskan bahwa Presiden menginginkan Program Makan Bergizi Gratis berjalan secara optimal tanpa adanya penyimpangan karena program tersebut menggunakan anggaran negara yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

"Presiden inginnya sempurna, bahwa semua itu tidak ada terjadi sedikit pun, ada yang menyimpang dari program beliau, karena itu uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat," ujar Dudung dikutip dari Kompas TV.

Dudung menilai langkah yang diambil Presiden melalui perombakan jajaran pimpinan BGN merupakan bagian dari upaya memperkuat transparansi dan akuntabilitas lembaga tersebut.

"Tidak ada terjadinya penyimpangan, tidak ada terjadinya menguntungkan kepentingan perseorangan, kelompok maupun golongan, tetapi betul-betul Bapak Presiden menginginkan bahwa ini untuk kepentingan rakyat," katanya.

Ia menambahkan, Presiden tidak hanya ingin meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia melalui Program MBG, tetapi juga memastikan sistem pengelolaan program dibangun dengan tata kelola yang baik sehingga tidak membuka ruang bagi praktik penyimpangan.

Dudung bahkan menyatakan akan terus melakukan pengawasan langsung terhadap pelaksanaan program di lapangan.

"Ini yang akan kita kawal terus, pokoknya saya akan cek di lapangan dan yang saya temukan akan saya sampaikan ke wartawan. Saya enggak ada beban," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo melakukan perombakan pimpinan BGN pada Selasa (2/6/2026). Kepala BGN, Dadan Hindayana, diberhentikan dari jabatannya dan digantikan oleh Nanik Sudaryati Deyang.

Selain Dadan, dua Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya, juga dicopot dari jabatannya.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.