Ia mulai mengajar sebagai dosen tetap di Untag Semarang sekitar 2021–2022.
Selama di Semarang, korban sebenarnya memiliki kamar kos sendiri yang lokasinya tidak jauh dari kostel tempat ia ditemukan meninggal.
Belakangan, ia disebut kerap keluar-masuk kostel tersebut.
Menurut keluarga, selama ini korban tidak pernah diketahui memiliki riwayat penyakit serius saat tinggal di Semarang, meski belakangan muncul catatan medis mengenai tekanan darah dan gula darah yang tinggi.
Autopsi terhadap jenazah Dwinanda dilakukan untuk menjawab teka-teki yang menyelimuti kematiannya, apakah murni karena sakit atau ada faktor lain yang menyertai.
Keluarga, rekan kampus, serta komunitas alumni menunggu hasil resmi pemeriksaan medis dan langkah lanjutan kepolisian.
Polda Jateng memastikan akan memonitor penyelidikan yang dikerjakan Polrestabes Semarang. [a46]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.