Ia mengakui sudah lama mengenal Levi dan menyebut kerap membantu urusan pribadi, termasuk saat orang tua Levi meninggal dunia.
Basuki mengaku sempat membawa Levi ke rumah sakit karena keluhan kesehatan, seperti tekanan darah tinggi dan kadar gula yang disebut sangat tinggi, serta kondisi muntah-muntah.
Menurut pengakuannya, saat terakhir melihat, Levi masih mengenakan pakaian dan dalam kondisi lemah.
Namun, beberapa keterangan Basuki kepada penyidik disebut mengalami perubahan, termasuk soal urutan kejadian sebelum Levi ditemukan tanpa busana di lantai kamar.
Penyidik kini mendalami kronologi itu, termasuk soal klaim membawa Levi ke rumah sakit dan waktu pasti laporan ke polisi.
Di tengah sorotan publik, muncul pula informasi bahwa Basuki mengakui adanya hubungan kedekatan dengan Levi sejak beberapa tahun terakhir, dan fakta nama Levi dalam KK miliknya menjadi salah satu materi pendalaman penyidik dan pengawas internal Polri.
Mahasiswa Gelar Aksi “Justice for Levi” di Polda Jateng
Kasus ini tidak hanya menyentuh ranah keluarga, tetapi juga menggugah solidaritas civitas academica. Puluhan mahasiswa Untag Semarang mendatangi Mapolda Jawa Tengah untuk menggelar audiensi dan menyampaikan aspirasi.
Di meja pertemuan dengan pejabat utama Polda Jateng, Kabid Humas Kombes Artanto, Dirreskrimum Kombes Dwi Subagio, hingga Kabid Propam Kombes Saiful—terbentang kain putih bertuliskan “Justice for Levi” dengan cat semprot hitam dan merah.
Perwakilan mahasiswa, Frans, menyoroti jeda waktu yang panjang antara Levi terakhir terlihat hingga ditemukan meninggal, status Basuki sebagai saksi kunci yang berada di lokasi, serta sejumlah kejanggalan lain yang mereka nilai belum terjawab.
“Di penginapan itu yang tinggal hanya Bu Levi. Sementara saksi kunci (AKBP Basuki) ini kami belum tahu apakah pengunjung atau bukan. Tidak ada yang kami temukan di lokasi,” kata Frans.
Mahasiswa menegaskan akan terus mengawal proses penyelidikan. “Kami percaya penyidik bekerja maksimal. Harapan kami kasus ini diusut tuntas dan transparan. Jika tidak, pergerakan akan berlanjut,” ujarnya.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Artanto memastikan kepolisian memberi perhatian serius pada kasus ini. Ia menegaskan bahwa proses pendalaman masih berlangsung dan membutuhkan waktu.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.