Selain itu, pemerintah juga diminta menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi bencana hidrometeorologi di wilayah yang diperkirakan tetap basah, seperti Sulawesi, Maluku, dan Halmahera.
BRIN menilai strategi mitigasi perlu disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah. Daerah rawan kekeringan membutuhkan penguatan pengelolaan sumber daya air dan produksi pangan, sementara wilayah dengan risiko curah hujan tinggi memerlukan upaya pengendalian banjir dan mitigasi longsor.
Dengan perencanaan sejak dini, dampak fenomena El Nino ekstrem pada 2026 diharapkan dapat diminimalkan, sekaligus membuka peluang pemanfaatan kondisi kemarau, seperti untuk optimalisasi produksi garam nasional. (A58)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.