MENU
Gus Irawan Berharap Korban Banjir Tapsel Bangkit Lewat Program Ekonomi
WA FB
Regional

Gus Irawan Berharap Korban Banjir Tapsel Bangkit Lewat Program Ekonomi

G Editor : Gunawan Purba | 01 May 2026 | 20:12 WIB
Gus Irawan Berharap Korban Banjir Tapsel Bangkit Lewat Program Ekonomi
Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu saat meninjau Huntara di Desa Napa

Tapsel, Sinata.id - Pemulihan korban banjir di Tapanuli Selatan (Tapsel) tak lagi hanya sebatas rumah baru dan bantuan sembako.

Melainkan, saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapsel mulai mengarahkan warga terdampak bencana untuk bangkit melalui program ekonomi produktif, agar korban tidak bergantung pada bantuan sosial berkepanjangan.

Pesan itu ditegaskan Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu saat meninjau Hunian Tetap (Huntap) Desa Hapesong Baru dan Hunian Sementara (Huntara) Desa Napa, Kecamatan Batangtoru, Jumat, (1/5/2026).

Di hadapan ratusan warga korban banjir, Gus menegaskan bahwa tahap berikutnya setelah relokasi adalah memastikan masyarakat kembali memiliki sumber penghasilan.

“Bantuan tidak boleh berhenti pada sembako. Warga harus punya pekerjaan dan penghasilan agar kehidupan benar-benar pulih,” kata Gus.

Di Huntap Hapesong Baru, sebanyak 227 kepala keluarga telah menempati rumah permanen bantuan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

Pada kunjungan kali ini, pemerintah menyerahkan bantuan lanjutan kepada 107 kepala keluarga, setelah sebelumnya 120 keluarga menerima bantuan saat serah terima kunci yang dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri PKP Maruarar Sirait pada Maret lalu.

Bantuan yang diberikan berupa kompor lengkap dengan regulator dan gas, perlengkapan dapur, paket sembako, mi instan, selimut, perlengkapan ibadah, pampers, hingga perlengkapan sekolah anak.

Namun, perhatian utama pemerintah kini bergeser pada pemulihan ekonomi jangka panjang. Pemkab Tapsel menyiapkan bantuan kolam bundar bioflok untuk budidaya ikan lele lengkap dengan bibit dan pakan.

Produksi lele itu nantinya diproyeksikan menjadi pemasok kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sehingga warga memiliki pasar tetap dan pendapatan berkelanjutan.

Selain itu, pemerintah juga membuka peluang kerja sama dengan PTPN melalui pemanfaatan lahan sawit muda untuk sistem tumpang sari jagung.

“Kita ingin warga tidak hanya menerima bantuan, tetapi menjadi pelaku ekonomi yang mandiri,” ujar Gus.

Program serupa juga disiapkan bagi 245 kepala keluarga penghuni Huntara Desa Napa. Meski masih tinggal di hunian sementara, pemerintah mulai menyiapkan skema hunian tetap permanen sekaligus program pemberdayaan ekonomi.

Dalam dialog bersama warga, persoalan lapangan kerja menjadi keluhan paling dominan.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.