MENU
Harga Minyak Global Naik, Pemerintah Tegaskan APBN Masih Aman
WA FB
Nasional

Harga Minyak Global Naik, Pemerintah Tegaskan APBN Masih Aman

T Editor : Tumpal Pandapotan | 12 Mar 2026 | 20:49 WIB
Harga Minyak Global Naik, Pemerintah Tegaskan APBN Masih Aman
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa

Jakarta, Sinata.id - Pemerintah menilai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 masih berada dalam kondisi kuat dan mampu menjadi penyangga ekonomi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah yang memicu volatilitas pasar keuangan dan lonjakan harga energi.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, kemarin (11/3/2026). Ia menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga meskipun dinamika global menunjukkan tekanan yang cukup kuat.

Menurutnya, indikator harga minyak mentah masih memberikan ruang bagi pengelolaan fiskal. Hingga Maret 2026, rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) tercatat sekitar 68 dolar AS per barel.

Angka ini masih berada di bawah asumsi harga minyak dalam APBN 2026 yang dipatok sebesar 70 dolar AS per barel, meskipun harga minyak Brent sempat menembus level 100 dolar AS per barel di pasar global.

Purbaya menilai kondisi tersebut menunjukkan ruang fiskal pemerintah masih cukup untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan harga energi di masa mendatang.

Ia menyebut pengelolaan APBN tetap dapat disesuaikan apabila tekanan global meningkat, namun posisi fiskal Indonesia saat ini dinilai cukup kuat untuk menghadapi ketidakpastian tersebut.

Di sisi lain, pemerintah juga melihat penguatan pada sektor riil sebagai faktor yang menopang optimisme ekonomi nasional. Indeks Manufaktur Purchasing Managers’ Index (PMI) Indonesia pada Februari 2026 mencapai 53,8, tertinggi dalam dua tahun terakhir.

Capaian itu menandakan aktivitas manufaktur berada dalam fase ekspansi dan bahkan berada di atas sejumlah negara besar seperti Tiongkok, Amerika Serikat, dan Australia.

Indikator konsumsi masyarakat turut memperlihatkan tren positif. Indeks belanja masyarakat yang tercermin dalam Mandiri Spending Index tercatat naik hingga 360,7 persen pada Februari 2026. Pada periode yang sama, penjualan mobil juga meningkat dua digit sekitar 12 persen.

Pemerintah menilai data tersebut menunjukkan daya beli masyarakat masih terjaga, sejalan dengan Indeks Keyakinan Konsumen yang tetap berada di atas level 100.

Mengenai inflasi yang tercatat 4,76 persen secara tahunan pada Februari 2026, Purbaya menjelaskan kenaikan tersebut dipengaruhi faktor sementara berupa efek basis rendah akibat kebijakan diskon tarif listrik pada tahun sebelumnya.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.