JAKARTA, Sinata.id – Istana Kepresidenan menanggapi kritik mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal terkait frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto. Istana menegaskan bahwa aktivitas diplomasi Presiden justru telah menghasilkan berbagai capaian strategis bagi Indonesia.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan sejumlah hal perlu diluruskan terkait biaya perjalanan, jumlah rombongan, hingga manfaat kunjungan luar negeri Presiden Prabowo.
Melalui kanal YouTube Sekretariat Kabinet, Senin (1/6/2026), Teddy menyampaikan apresiasi atas masukan yang diberikan Dino Patti Djalal. Namun, menurutnya, kritik tersebut perlu dilihat secara utuh dengan mempertimbangkan hasil konkret yang telah dicapai.
Teddy menegaskan bahwa seluruh kelebihan biaya perjalanan di luar anggaran negara ditanggung secara pribadi oleh Presiden Prabowo. Selain itu, jumlah rombongan kepresidenan dalam kunjungan luar negeri juga telah dipangkas secara signifikan dibandingkan pemerintahan sebelumnya.
"Kalau dulu sekali ke luar negeri bisa lebih dari 120 orang, sekarang jumlahnya berkisar 50 sampai 60 orang maksimal," ujar Teddy, dikutip Selasa (2/6/2026).
Menurut Teddy, diplomasi tidak dapat dipandang hanya sebagai kegiatan seremonial. Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, mulai dari konflik Ukraina hingga ketegangan di Timur Tengah, hubungan personal antarpemimpin negara menjadi modal penting dalam menjaga kepentingan nasional.
"Dalam diplomasi, hubungan baik harus dibangun sebelum krisis terjadi. Jadi ketika ada situasi mendesak, Indonesia memiliki jalur komunikasi dan dukungan yang kuat," katanya.
Lebih lanjut, Teddy memaparkan sejumlah capaian yang diklaim sebagai hasil diplomasi Presiden Prabowo selama satu setengah tahun terakhir. Salah satunya adalah bergabungnya Indonesia ke kelompok negara-negara BRICS yang dinilai memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan ekonomi dan geopolitik global.
Pemerintah juga menyoroti tercapainya kesepakatan tarif 0 persen dengan Uni Eropa yang merupakan hasil negosiasi panjang selama bertahun-tahun dan berhasil dituntaskan pada era pemerintahan Prabowo.
Di sektor investasi, realisasi investasi disebut mencapai sekitar Rp2.430 triliun dalam satu setengah tahun terakhir. Sementara kunjungan Presiden Prabowo ke Jepang dan Korea Selatan diklaim menghasilkan komitmen investasi baru senilai sekitar Rp575 triliun.
Berita Terkait
PGRI Banda Aceh Periode 2024-2029 Resmi Dilantik, Perkuat Profesionalisme Guru
11 Jun 2026
Perubahan ke 3 UU Polri Diyakini Perkuat Peran Pengawasan Kompolnas
10 Jun 2026
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Driver Online Minta Potongan Komisi Diturunkan
10 Jun 2026
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, GMNI DKI Jakarta Kritik Kinerja Pemerintah
10 Jun 2026
Dudung Bantah Punya Dapur MBG, Sebut Hanya Kenalkan Pesantren ke BGN
10 Jun 2026
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.