MENU
Jadi Tersangka, Bripda Waldi Pembunuh Dosen Cantik Terancam Hukuman Ma...
WA FB
News

Jadi Tersangka, Bripda Waldi Pembunuh Dosen Cantik Terancam Hukuman Mati

R Editor : Redaksi Sinata | 03 Nov 2025 | 15:43 WIB
Jadi Tersangka, Bripda Waldi Pembunuh Dosen Cantik Terancam Hukuman Mati
Bripda Waldi, pembunuh dosen cantik kini dijerat pasal berlapis mulai dari pembunuhan, pemerkosaan, hingga pencurian dengan kekerasan. (Ist)

Sinata.id - Pembunuh dosen cantik Erni atau EY (37) di Bungo, Jambi, bukan orang biasa. Bripda Waldi (22), anggota Polres Tebo, yang kini dijerat pasal berlapis mulai dari pembunuhan, pemerkosaan, hingga pencurian dengan kekerasan.

Di balik wajah polos Brigadir Polisi Dua ini, tersembunyi ancaman hukuman paling berat dalam hukum pidana Indonesia, penjara seumur hidup, bahkan hukuman mati.

Kasus tragis kematian dosen cantik EY, kini memasuki babak hukum yang menegangkan.

“Proses hukum terhadap pelaku akan dilakukan secara profesional, transparan, dan tanpa perlakuan khusus, meskipun dia anggota Polri,” kata Kapolres Bungo, AKBP Natalena Eko Cahyono, Senin (3/11/2025)

Natalena memastikan, tidak ada kekebalan hukum bagi siapapun yang mencoreng institusi.

Rekonstruksi

Korban EY ditemukan tewas di rumahnya di Dusun Sungai Mengkuang, Kecamatan Rimbo Tengah, pada Sabtu siang, 1 November 2025.

Tubuhnya membiru, wajah lebam, leher penuh bekas cekikan, dan kepala mengalami luka benturan keras.

Dari hasil olah TKP, polisi menemukan indikasi kuat bahwa korban sempat diserang secara sadis sebelum dibunuh.

Lebih mengejutkan lagi, hasil visum menemukan adanya cairan sperma di pakaian korban. Dugaan pemerkosaan pun menguat.

Tim forensik RS Bhayangkara Polda Jambi langsung diterjunkan ke RS Hanafie Bungo untuk melakukan autopsi lanjutan.

“Hasil visum sementara menunjukkan tanda-tanda kekerasan fisik dan seksual,” kata AKBP Natalena.

Pelaku Berusaha Menghapus Jejak

Kurang dari 24 jam setelah jasad korban ditemukan, polisi berhasil membekuk Bripda Waldi di kosnya di wilayah Tebo Tengah.

Saat ditangkap, ia tak berkutik. Di tempat itu pula ditemukan mobil Honda Jazz putih milik korban yang sempat dibawa kabur.

Namun, kisahnya tidak berhenti di sana. Dalam penyelidikan terungkap, pelaku sempat membersihkan lokasi kejadian agar jejak kejahatannya hilang.

Waldi bahkan menggunakan wig (rambut palsu) untuk menyamarkan diri agar tak dikenali kamera CCTV.

Aksi pelaku disebut sangat licik. Ia mengepel lantai, menghapus sidik jari, bahkan membalas pesan WhatsApp dari teman korban untuk menipu orang-orang terdekat.

Motif Asmara

Dari hasil pemeriksaan, terungkap bahwa hubungan korban dan pelaku pernah dekat secara pribadi.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.