Banda Aceh, Sinata.id – Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) menggelar Festival Permainan Tradisional dan Kesehatan Mental dengan mengusung tema “Melestarikan Budaya, Membangun Kebersamaan, dan Meningkatkan Kesehatan Mental melalui Permainan Tradisional”. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Kampus Unmuha, Rabu (10/6/2026).
Festival yang berlangsung selama satu hari penuh itu merupakan proyek akademik dari mata kuliah Kesehatan Mental. Untuk menyukseskan kegiatan, Fakultas Psikologi Unmuha berkolaborasi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Psikologi, sejumlah sponsor, serta pelaku UMKM kampus dan lokal.
Dekan Fakultas Psikologi Unmuha, Hanna Amalia, S.Psi., M.Psi., Psikolog, mengatakan festival tersebut lahir dari keprihatinan terhadap tingginya penggunaan gawai di kalangan generasi muda yang berdampak pada berkurangnya aktivitas fisik dan interaksi sosial secara langsung.
“Kami percaya permainan luar ruangan memiliki dampak yang sangat besar bagi perkembangan sosial dan emosional anak. Festival ini juga berkaitan erat dengan kesehatan mental karena mampu memicu hormon kebahagiaan melalui aktivitas yang menyenangkan dan penuh keceriaan,” ujar Hanna.
Menurutnya, permainan tradisional tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mengajarkan berbagai nilai positif seperti sportivitas, kerja sama, solidaritas, serta kemampuan mengelola emosi dalam menghadapi kemenangan maupun kekalahan.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Rektor Unmuha, Dr. Aslam Nur, M.A. Ia menilai festival permainan tradisional merupakan langkah konkret dalam menjaga ruang interaksi sosial di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.
“Pengenalan kembali permainan tradisional memberikan dampak nyata dalam membangun karakter, kreativitas, dan kebersamaan generasi muda. Ini bukan sekadar nostalgia, tetapi bagian dari upaya menjaga nilai-nilai budaya yang mulai tergerus zaman,” kata Aslam.
Ia berharap manfaat kegiatan tersebut tidak hanya dirasakan oleh peserta yang terlibat secara langsung, tetapi juga dapat menginspirasi masyarakat untuk kembali menjadikan permainan tradisional sebagai alternatif aktivitas yang sehat, edukatif, dan menyenangkan bagi anak-anak.
Ketua panitia menjelaskan, festival ini diikuti oleh perwakilan siswa SMA/sederajat dari Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar. Selain itu, puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut berpartisipasi untuk memeriahkan kegiatan.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.