MENU
Jusuf Kalla Blak-blakan: Saya yang Bawa Jokowi ke Jakarta hingga Jadi...
WA FB
Nasional

Jusuf Kalla Blak-blakan: Saya yang Bawa Jokowi ke Jakarta hingga Jadi Presiden

J Editor : Jansen Siahaan | 19 Apr 2026 | 13:47 WIB
Jusuf Kalla Blak-blakan: Saya yang Bawa Jokowi ke Jakarta hingga Jadi Presiden
Jusuf Kalla. (detik)

Jakarta, Sinata.id – Mantan Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), buka-bukaan mengenai perannya dalam perjalanan karier politik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

Ia mengaku sebagai sosok yang membawa Jokowi dari Solo ke Jakarta hingga akhirnya menjadi presiden.

Pernyataan tersebut disampaikan JK dalam konferensi pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026). Ia ingin agar para “Termul” alias kelompok loyalis Jokowi mengetahui peran tersebut.

Hal ini juga merupakan klarifikasi atas polemik ceramahnya di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 5 Maret 2026 dalam rangka Ramadan 1447 Hijriah, yang turut menyinggung konflik di Ambon dan Poso.

JK menyebut polemik ceramah itu mencuat setelah dirinya melaporkan Rismon Sianipar ke polisi serta menyinggung isu ijazah Jokowi. Ia mengaku heran karena para pendukung Jokowi seolah menuduhnya melawan Jokowi.

“Siapa yang bawa Jokowi ke Jakarta? Saya yang bawa ke Jakarta dari Solo untuk jadi gubernur. Saya yang bawa,” ujar JK.

Ia menjelaskan bahwa dirinya yang menemui langsung Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, untuk meyakinkan agar Jokowi diusung sebagai calon Gubernur DKI Jakarta.

“Saya bertemu Ibu Mega. Saya bilang, ini calon yang baik. Awalnya ragu, tapi akhirnya setuju. Setelah itu, jadilah gubernur,” tuturnya.

JK juga menunjukkan foto saat Jokowi datang menyampaikan ucapan terima kasih usai memenangkan Pilkada DKI Jakarta 2012, ketika berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Lebih lanjut, JK menegaskan bahwa perannya tidak berhenti di situ. Ia bahkan diminta oleh Megawati untuk mendampingi Jokowi sebagai wakil presiden karena Jokowi dinilai belum memiliki pengalaman nasional.

“Apa kurangnya saya coba? Saya yang bawa ke Jakarta. Kasih tahu semua itu Termul-termul itu, Jokowi jadi presiden karena saya. Tanpa jadi gubernur, mana bisa jadi presiden,” ujarnya.

Meski demikian, JK membantah adanya konflik pribadi dengan Jokowi. Ia menegaskan bahwa komentarnya terkait polemik ijazah semata-mata sebagai nasihat dari sosok yang lebih senior agar persoalan tidak berlarut-larut.

“Saya lebih tua dari dia. Jadi sebagai orang yang lebih senior, saya hanya menasihati. Saya tidak menuduh, tidak melawan. Tapi kenapa jadi sensitif,” katanya.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.