Jakarta, Sinata.id – Jumlah korban tewas dari Pasukan Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon terus bertambah.
Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, sebanyak enam personel Pasukan Perdamaian PBB (UNIFIL) dilaporkan gugur akibat serangan di wilayah Lebanon selatan.
Kabar duka tersebut disampaikan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) melalui akun resminya di platform X. Salah satu korban adalah prajurit TNI, Praka Rico Pramudia (31), yang meninggal dunia setelah menjalani perawatan akibat luka serius yang dideritanya dalam serangan pada akhir Maret lalu.
Selain dari Indonesia, korban juga berasal dari Prancis. Total dalam sebulan terakhir, empat prajurit TNI dan dua tentara Prancis dilaporkan tewas di tengah meningkatnya ketegangan antara militer Israel dan kelompok Hizbullah.
Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian ini menuai kecaman keras dari berbagai pihak. UNIFIL menegaskan bahwa tindakan tersebut dapat dikategorikan sebagai pelanggaran serius hukum humaniter internasional.
“Serangan yang disengaja terhadap penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, serta dapat diklasifikasikan sebagai kejahatan perang,” demikian pernyataan UNIFIL.
Empat Prajurit TNI Gugur
Empat prajurit TNI yang gugur dalam insiden ini adalah Praka Farizal Rhomadhon, Praka Rico Pramudia, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan.
Praka Rico menjadi korban terbaru setelah sempat dirawat akibat luka parah yang dideritanya dalam serangan di Adchit Al-Qusayr pada 29 Maret 2026.
Insiden tersebut bermula dari serangan ke markas UNIFIL di Lebanon selatan di tengah meningkatnya konflik antara Israel dan Hizbullah. Sehari setelahnya, dua prajurit TNI lainnya gugur akibat ledakan yang menghantam konvoi logistik UNIFIL.
Selain korban tewas, sejumlah prajurit TNI juga mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Dua Tentara Prancis Turut Gugur
Dua tentara Prancis yang tergabung dalam misi UNIFIL juga dilaporkan meninggal dunia. Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menyampaikan langsung kabar tersebut.
Salah satu korban diketahui bernama Florian Montorio yang tewas di lokasi kejadian. Sementara satu korban lainnya meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan akibat luka serius.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.