Hamid mengatakan, penting untuk diketahui masyarakat program berobat gratis menggunakan BPJS maupun KTP daerah dipastikan hanya berlaku di fasilitas kesehatan yang telah menjadi mitra resmi BPJS Kesehatan, tidak termasuk jaringan rumah sakit swasta non-BPJS.
Hal ini mencuat setelah beredarnya dua potongan video yang merekam kepanikan keluarga korban di media sosial. Pada video pertama yang diambil di dalam ruang perawatan hospital, seorang ibu tampak menangis meminta pertolongan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Ia mengaku tidak bisa membawa pulang anaknya karena terbentur biaya operasi yang membengkak hingga Rp130 juta, sedangkan pihak keluarga hanya mampu membayar Rp45 juta.
Sementara pada video kedua, sang ibu bersama suaminya mendatangi area parkir Kantor Gubernur Sumut. Sembari menghadap ke arah gedung, keduanya berteriak histeris memanggil nama Gubernur Sumut Bobby Nasution. Bahkan sampai bersujud meminta bantuan finansial.
"Anak saya terbaring di Rumah Sakit Mitra Medika Premiere, Pak. Biayanya terlalu besar. Sisa Rp80 juta lebih lagi, kami sudah tidak sanggup membayar. Anak saya ditikam orang, Pak. Di pikiran saya saat itu hanya keselamatan anak saya, saya tidak tahu kalau rumah sakit itu terlalu besar biayanya," ujarnya meratap dalam video yang viral itu.
Pihak keluarga juga sempat mengeluhkan mengapa kartu BPJS yang mereka miliki tidak dapat difungsikan dalam situasi darurat tersebut. (A07)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.