MENU
Luhut Kritik Teknis Pelaksanaan Program MBG, Soroti Tata Kelola dan Di...
WA FB
Nasional

Luhut Kritik Teknis Pelaksanaan Program MBG, Soroti Tata Kelola dan Distribusi

T Editor : Tigor Munthe | 09 May 2026 | 15:22 WIB
Luhut Kritik Teknis Pelaksanaan Program MBG, Soroti Tata Kelola dan Distribusi
Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: tangkapan layar)

Jakarta, Sinata.id - Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan mengkritik aspek teknis pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai masih perlu banyak perbaikan di lapangan.

Dalam sebuah wawancara yang tayang di YouTube IDN Times pada Jumat (8/5/2026), Luhut menegaskan program MBG merupakan langkah baik untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat. 

Namun, ia menilai implementasi teknisnya harus dibenahi agar program berjalan efektif dan tepat sasaran.

Menurut Luhut, tantangan utama program tersebut berada pada tata kelola distribusi, kesiapan pelaksana di daerah, hingga pengawasan penggunaan anggaran.

Ia mengingatkan bahwa program berskala nasional seperti MBG membutuhkan sistem yang rapi dan terukur agar tidak menimbulkan persoalan baru di lapangan.

“Konsepnya bagus, tetapi teknis pelaksanaannya harus benar-benar diperhatikan,” ujar Luhut dikutip Sabtu (9/5/2026).

Luhut juga menyoroti pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjalankan program tersebut. 

Menurutnya, tanpa sistem distribusi yang baik, manfaat program dikhawatirkan tidak akan maksimal dirasakan masyarakat.

Selain itu, ia menilai kualitas makanan, rantai pasok bahan pangan, hingga pengawasan terhadap vendor penyedia makanan harus menjadi perhatian serius pemerintah.

Ia menegaskan program MBG seharusnya tidak hanya fokus pada pembagian makanan, tetapi juga mampu menciptakan dampak ekonomi bagi petani, UMKM, dan pelaku usaha lokal.

Menurut Luhut, evaluasi berkala perlu dilakukan agar pemerintah dapat segera memperbaiki kelemahan teknis yang muncul selama implementasi program berlangsung.

Meski mengkritik pelaksanaannya, Luhut tetap mendukung tujuan utama MBG sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat ketahanan sosial masyarakat Indonesia.

Sementara itu, hasil riset Universitas Indonesia menunjukkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat respons positif dari masyarakat kelas menengah ke bawah. 

Namun di sisi lain, penelitian juga menemukan sejumlah persoalan dalam tata kelola distribusi hingga penentuan menu makanan.

Penelitian yang dilakukan Pusat Kajian Sosiologi FISIP UI pada Oktober hingga Desember 2025 itu dilakukan di lima daerah, yakni Kupang, Depok, Sukabumi, Garut, dan Pesisir Selatan dengan melibatkan 1.267 responden.

Dosen dan Peneliti Sosiologi FISIP UI, Hari Nugroho, mengatakan sebanyak 85,8 persen siswa dari kelompok sosial ekonomi bawah tercatat selalu menghabiskan makanan dari program MBG.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.