MENU
Makna Ritual Pho Tho dan Chau Thu Dalam Budaya Tionghoa
WA FB
Regional

Makna Ritual Pho Tho dan Chau Thu Dalam Budaya Tionghoa

R Editor : Redaksi Sinata | 16 Aug 2025 | 12:01 WIB
Makna Ritual Pho Tho dan Chau Thu Dalam Budaya Tionghoa
Rudi Wu S.Pd, S.H, M.H

Oleh: Rudi Wu S.Pd, S.H, M.H, S.Ag Namo Buddhaya dan Salam Sejahtera Semuanya

Dalam tradisi Buddhis Asia, khususnya di kalangan umat Mahayana dan Theravada, terdapat praktik khusus yang dilakukan menjelang bulan “Chit Guek Pua” (sekitar Juli kalender lunar) untuk mendoakan orang yang telah meninggal.

Dalam budaya Tionghoa, praktik ini dikenal dengan istilah "Pho Tho" atau "Pelimpahan Jasa Kebajikan", dan dalam bahasa Pāli disebut "Pattidāna", bertujuan untuk menyalurkan kebajikan yang telah dilakukan oleh orang hidup kepada mereka yang telah tiada, terutama roh yang terlahir sebagai makhluk "peta" (roh kelaparan/gentayangan).

Dalam ajaran Buddha, tercatat di "Tirokuṭṭa Sutta", bahwa makhluk yang telah meninggal dapat merasakan manfaat kebatinan dari kebajikan yang didedikasikan dengan pikiran tulus.

Namun, kebajikan ini tidak dipindahkan secara fisik, melainkan melalui kebahagiaan batin (anumodanā) yang muncul pada batin penerima, yakni turut bersukacita/berbahagia, yang menjadi sebab timbulnya kamma baik baru (psikologis-spiritual).

Maka jelas hal tersebut hanya akan terjadi, jika terpenuhi syarat-syarat, yakni:

1. Orang hidup melakukan kebajikan (dana, sila, bhavana).

2. Kebajikan diingat dan dipersembahkan kepada yang meninggal.

3. Roh yang dituju merasa sukacita (mudita) dan mendapat manfaat dari kebahagiaan tersebut.

Senyogianya, pelimpahan jasa mengajarkan sifat welas asih (karuṇā) dan menghindarkan keyakinan keliru bahwa pahala dapat berpindah/ ditransnfer dengan otomatis tanpa tindakan realita dan keterlibatan batin penerima.

Moment Pho Tho, kerap dilanjuti dengan ritual "Chau Thu"/"Penyeberangan Arwah", dilakukan pada hari ketujuh sejak kematian dan berlangsung tujuh kali.

Praktik tersebut dinyakini mampu membantu roh keluar dari samsara menuju alam yang lebih bahagia, bahkan kelahiran di Tanah Suci (Sukhāvatī). Juga dikenal dengan sebutan "Ullambana", yang terinspirasi dari kisah bhiksu Maudgalyāyana dalam menyelamatkan ibundanya dari alam neraka.

Ritual Chau Thu meliputi pembacaan sutra (Amitābha Sūtra dan Kṣitigarbha Sūtra), mantra penyeberangan, persembahan makanan dan dupa, serta pelimpahan jasa.

Perlu diketahui, makna ritual Pho Tho maupun Chau Thu sejatinya sama, keduanya mengunkapkan prinsip hukum sebab-akibat, sebab musabab dan sebab berkelanjutan.

Tag :
ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.