MENU
Pandangan Islam terhadap Konflik di Timur Tengah
WA FB
Religi

Pandangan Islam terhadap Konflik di Timur Tengah

G Editor : Gunawan Purba | 10 Apr 2026 | 09:22 WIB
Pandangan Islam terhadap Konflik di Timur Tengah
Doni Arief MA

Di sisi lain, respons yang menyasar target sipil juga menimbulkan korban tak bersalah, yang bertentangan dengan prinsip pembatasan dan kemanusiaan dalam perang.

Dampak kemanusiaan paling menyedihkan adalah ribuan anak dan perempuan menjadi korban, polusi kimia dari serangan petrokimia mengancam kesehatan jangka panjang, serta krisis pengungsi yang mencapai skala jutaan orang.

Secara geopolitik, perang ini memperlemah pengaruh salah satu pihak di kawasan, tetapi juga mendorong solidaritas di sebagian dunia Muslim dan Global South. Ekonomi global terganggu, dengan negara-negara Teluk yang semula netral kini terjebak dalam dilema keamanan.

Analisis lebih tajam menunjukkan bahwa tanpa resolusi akar masalah, termasuk ketegangan historis di Timur Tengah, siklus kekerasan ini berpotensi meluas ke konflik regional yang lebih besar, termasuk eskalasi di Lebanon dan potensi keterlibatan aktor luar seperti Rusia dan China.

Islam memandang situasi ini sebagai ujian kolektif bagi umat manusia. Tidak ada pihak yang sepenuhnya “benar” atau “salah” dalam narasi politik. Yang ada hanyalah tanggung jawab moral bersama untuk menghentikan pertumpahan darah.

Keadilan tidak boleh selektif karena kezaliman dari pihak mana pun, baik agresi awal maupun respons berlebihan, harus dikecam secara adil.

Nilai-nilai Islam dalam Menghadapi Konflik

Islam menyajikan kerangka nilai yang sangat luas, komprehensif, dan universal dalam menghadapi konflik bersenjata seperti yang terjadi saat ini.

Nilai-nilai ini bukan hanya aturan normatif semata, melainkan panduan etis yang mendalam dan holistik, yang mencakup dimensi spiritual, sosial, politik, ekonomi, serta lingkungan.

Kerangka ini bersumber langsung dari Al-Qur’an dan Sunnah serta dirancang untuk diterapkan oleh seluruh umat manusia, terlepas dari agama, mazhab, kebangsaan, atau kepentingan politik.

Dengan demikian, nilai-nilai ini dapat menjadi titik temu bagi semua kalangan yang mencari keadilan dan perdamaian. Pertama, keadilan mutlak (adl) merupakan fondasi utama.

Islam tidak hanya melarang kezaliman, tetapi mewajibkan penegakannya secara konsisten dan tanpa pandang bulu. Keadilan harus diterapkan terhadap diri sendiri, kerabat, bahkan terhadap pihak yang dianggap musuh sekalipun.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.