MENU
Pascabencana, Bupati Tapsel Percepat Operasional SPPG
WA FB
Regional

Pascabencana, Bupati Tapsel Percepat Operasional SPPG

G Editor : Gunawan Purba | 30 Apr 2026 | 20:51 WIB
Pascabencana, Bupati Tapsel Percepat Operasional SPPG
Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu

Tapanuli Selatan, Sinata.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Selatan (Tapsel) menjadikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar layanan pemenuhan gizi siswa, melainkan instrumen percepatan pemulihan ekonomi pascabencana.

Hal itu ditegaskan Bupati Tapanuli Selatan H Gus Irawan Pasaribu saat menghadiri grand opening Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kelurahan Bintuju, Kecamatan Angkola Muaratais, Kamis, (30/4/2026).

Menurut Gus Irawan, banjir yang melanda sejumlah wilayah Tapsel telah memukul sektor pertanian yang selama ini menyumbang sekitar 43 persen pertumbuhan ekonomi daerah.

Ribuan hektare sawah gagal panen, lahan pertanian rusak, dan kolam masyarakat ikut terdampak.

“Dalam situasi pascabencana, kebutuhan masyarakat semakin besar. Program makan bergizi gratis ini bukan hanya soal makanan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi daerah,” kata Gus Irawan.

Ia mengatakan, jika seluruh dapur MBG beroperasi penuh, perputaran ekonomi yang tercipta diperkirakan menembus lebih dari Rp400 miliar per tahun.

Dana itu berasal dari belanja bahan pangan lokal, penyerapan tenaga kerja, hingga pemberdayaan UMKM serta kelompok tani.

Karena itu, pemerintah daerah mendorong percepatan operasional seluruh dapur MBG (SPPG) agar manfaat ekonominya segera dirasakan masyarakat desa.

“Semakin cepat dapur beroperasi, semakin cepat uang berputar di desa-desa dan ekonomi masyarakat bangkit kembali,” ujarnya.

Saat ini, kata dia, pemerintah juga terus menjalankan program pemulihan lain seperti pembangunan hunian tetap bagi korban bencana, bantuan stimulan ekonomi, serta pemberdayaan masyarakat agar memiliki mata pencaharian berkelanjutan.

Kepala SPPG Bintuju, Martua Alfiansyah Harahap, mengatakan dapur MBG yang dipimpinnya telah beroperasi hampir dua pekan dan melayani 1.723 siswa dari sejumlah sekolah di Angkola Muaratais.

Menurut dia, dapur tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat memasak, tetapi juga sebagai pusat layanan gizi dengan standar higienitas dan kualitas sesuai ketentuan Badan Gizi Nasional.

“Kami berkomitmen agar anak-anak tumbuh sehat, cerdas, dan siap menjadi generasi emas Indonesia 2045,” katanya.

Ketua BAZNAS Tapanuli Selatan, Jon Sujani Pasaribu, menambahkan pihaknya ikut memperkuat rantai pasok MBG melalui skema zakat produktif bagi kelompok tani sekitar dapur SPPG.

Tag :
ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.