MENU
Pendataan Kerusakan Rumah Bencana Hidrometeorologi 2025 di Taput Final
WA FB
Regional

Pendataan Kerusakan Rumah Bencana Hidrometeorologi 2025 di Taput Final

J Editor : Jansen Siahaan | 29 Jan 2026 | 19:43 WIB
Pendataan Kerusakan Rumah Bencana Hidrometeorologi 2025 di Taput Final
Bupati Taput Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat menandatangani data BNBA calon penerima bantuan rumah rusak. (istimewa)

Taput, Sinata.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Utara (Taput) telah menyelesaikan pendataan kerusakan rumah warga terdampak bencana hidrometeorologi tahun 2025.

Hal tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi penetapan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Tahun 2026 yang dipimpin Bupati Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, di Aula Martua Kantor Bupati Taput, Tarutung, Kamis (29/1/2026).

Rapat tersebut dihadiri Direktur Sistem Penanggulangan Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo, Sekretaris Daerah Henry M.M. Sitompul, pimpinan perangkat daerah, camat, serta para kepala desa dari wilayah terdampak bencana.

Turut hadir unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Kapolres AKBP Ernis Sitinjak, Dandim 0210/TU diwakili Kasdim Mayor Arh A.S. Butarbutar, serta Kepala Kejaksaan Negeri yang diwakili Kasubsi Pertimbangan Candra Habeahan.

Dalam arahannya, Bupati Jonius menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh perangkat daerah bersama TNI-Polri, pemerintah kecamatan, dan desa, serta seluruh pemangku kepentingan dalam penanganan pascabencana.

“Sejak penetapan status darurat bencana hingga masa transisi saat ini, kita terus bekerja secara kolaboratif. Dalam rapat koordinasi bersama Gubernur dan para bupati/wali kota, Kabupaten Taput termasuk daerah yang paling cepat menindaklanjuti penyesuaian data tambahan dana tunggu hunian. Hal ini harus terus kita tingkatkan,” ujarnya.

Bupati juga menyampaikan bahwa saat ini Kabupaten Taput telah memasuki masa transisi pascabencana. Namun, masih terdapat tujuh kepala keluarga yang bertahan di pengungsian, baik di gereja maupun tenda di Desa Sibalanga. Ia menegaskan agar seluruh warga tersebut segera dipindahkan ke hunian sementara (huntara).

“Kita targetkan hunian sementara mulai dibuka pada minggu depan. Minggu depan sudah tidak ada lagi masyarakat yang tinggal di pengungsian,” tegasnya.

Selain itu, Pemkab Taput telah memasuki tahap verifikasi dan validasi data calon penerima bantuan kerusakan rumah, baik kategori rusak berat, rusak sedang, maupun rusak ringan. Seluruh data disusun berbasis By Name By Address (BNBA).

Bupati menekankan bahwa bantuan pemerintah bersifat stimulan dan tidak sepenuhnya mengganti kerugian masyarakat. Ia juga mengimbau agar dilakukan gotong royong pembersihan puing-puing di lokasi bencana.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.