“Kita juga perlu mendata wilayah rawan bencana yang saat ini belum terdampak, namun berpotensi mengalami bencana ke depan. Gotong royong pembersihan lokasi bencana harus segera dilaksanakan, dibantu dengan alat berat agar lingkungan kembali lebih nyaman,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Taput melaporkan bahwa data awal dari kepala desa dan camat mencatat sebanyak 957 unit, termasuk lahan pertanian. Dinas Perkim bersama tim teknis telah melakukan verifikasi dan validasi selama satu minggu, serta uji publik selama tiga hari di 56 desa dengan menempelkan daftar hasil pendataan untuk menerima masukan masyarakat.
Dalam proses tersebut, ditemukan sejumlah data ganda, termasuk Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang sama. Oleh karena itu, dilakukan pemadanan data bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) guna memastikan keakuratan data dan mencegah duplikasi.
“Berdasarkan hasil akhir verifikasi dan validasi bersama Disdukcapil, tercatat rumah rusak berat sebanyak 258 unit, rusak sedang 39 unit, dan rusak ringan 189 unit,” jelasnya.
Rapat ditutup dengan penandatanganan data BNBA calon penerima bantuan rumah rusak oleh Bupati Taput bersama unsur Forkopimda sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi, akuntabilitas, serta percepatan penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi. (ramses)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.