MENU
Pramono: Jakarta Akan Jadi Kota Paling Meriah Sambut Lebaran
WA FB
Regional

Pramono: Jakarta Akan Jadi Kota Paling Meriah Sambut Lebaran

R Editor : Redaksi Sinata | 15 Feb 2026 | 21:02 WIB
Pramono: Jakarta Akan Jadi Kota Paling Meriah Sambut Lebaran
Gubernur DKI Jakarta, Pamono Anung. (Ist)

Jakarta, Sinata.id — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengumumkan rencana besar menyambut bulan suci Ramadan dan momentum Idul Fitri tahun ini. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen menjadikan suasana Ibu Kota lebih meriah dan penuh makna dibanding tahun-tahun sebelumnya, dengan berbagai persiapan budaya, estetika kota, hingga kegiatan sosial yang dipersiapkan jauh hari sebelum bulan suci tiba.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung Pramono saat menghadiri acara Silaturahmi Akbar Kaum Betawi di Museum MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu sore. Di hadapan para tokoh masyarakat dan komunitas Betawi, dia mengungkapkan bahwa Jakarta sedang dalam proses transisi suasana — dari nuansa perayaan Imlek yang baru saja berlangsung menuju pergantian wajah kota sambut Ramadan dan Idul Fitri.

“Jakarta akan berubah total wajahnya menjadi Ramadan dan Idul Fitri. Kita bersiap menyambut dengan penuh kebersamaan dan kedamaian,” ujar Pramono, seraya menegaskan bahwa momentum ini harus dirayakan dengan semangat kerukunan antarumat beragama, dikutip Minggu (15/2/2026).

Langkah pertama yang diambil pemerintah provinsi adalah menghias sejumlah titik strategis di Jakarta dengan ornamen bertema Ramadan dan Idul Fitri yang khas. Hal ini dimaksudkan untuk memberi nuansa baru sekaligus memperkuat identitas budaya Ibu Kota di bulan suci. Ornamen akan dipasang di pusat keramaian hingga kawasan publik populer sebagai daya tarik visual sekaligus simbol semangat kebersamaan.

Selain dekorasi kota, Pramono juga menegaskan bahwa kedamaian sosial menjadi prioritas utama. Pemerintah melarang tindakan sweeping terhadap rumah makan oleh organisasi masyarakat (ormas) selama Ramadan, sebuah langkah yang dimaksudkan untuk menjaga suasana kota tetap harmonis, tanpa menimbulkan keresahan masyarakat.

“Saya bertanggung jawab memastikan suasana damai dan rukun selama Ramadan, dan saya tidak mengizinkan sweeping terhadap tempat makan,” tegas Pramono dalam pernyataannya di Jakarta Pusat.

Selain larangan sweeping, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mengambil sikap tegas terhadap fenomena sahur on the road (SOTR) yang selama ini kerap menyita perhatian publik. Aktivitas tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kerawanan sosial, termasuk gangguan ketertiban umum dan risiko konflik antarwarga.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.