MENU
📍Siantar 📍Simalungun 📍Medan 📍Singkil 📍Taput 📍Sibolga
Sepatu Rp700 Ribu hingga Drone Miliaran, Dugaan Mark-Up Sekolah Rakyat...
WA FB
Nasional

Sepatu Rp700 Ribu hingga Drone Miliaran, Dugaan Mark-Up Sekolah Rakyat Disorot KPK

T Editor : Tigor Munthe | 08 May 2026 | 19:08 WIB
Sepatu Rp700 Ribu hingga Drone Miliaran, Dugaan Mark-Up Sekolah Rakyat Disorot KPK
Sekolah Rakyat Kemensos. (Foto: Ist)

JAKARTA, Sinata.id – Dugaan penggelembungan anggaran atau mark-up dalam program Sekolah Rakyat menjadi sorotan publik setelah ditemukan sejumlah harga pengadaan barang yang dinilai jauh di atas harga pasaran. 

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bahkan telah melakukan kajian khusus terkait program tersebut untuk memetakan potensi kerawanan korupsi dalam proses pengadaan barang dan jasa.

“Kajian ini guna memotret proses bisnis dan penerapannya di lapangan, apa saja dan di mana saja yang masih rentan dan berpotensi terjadinya tindak pidana korupsi,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, di Jakarta, Rabu (6/5/2026). 

Sorotan muncul setelah sejumlah lembaga antikorupsi menemukan ketidakwajaran harga berbagai barang di sistem e-katalog LKPP atau Inaproc yang berkaitan dengan pengadaan Sekolah Rakyat. 

Salah satu yang ramai dibahas adalah harga sepatu siswa yang dalam perencanaan disebut mencapai Rp500 ribu hingga Rp700 ribu per pasang.

Padahal, pemilik merek sepatu Stradenine, Reynaldi Kurniawan Daud, mengaku tidak terlibat dalam program tersebut dan harga resmi produknya hanya sekitar Rp179.900. 

Menteri Sosial Saifullah Yusuf membantah adanya kejanggalan.

Ia menyebut angka tersebut masih berupa estimasi perencanaan dan realisasi pembelian berada di kisaran Rp250 ribu hingga Rp640 ribu, termasuk kaos kaki. 

Namun hasil penelusuran justru menemukan adanya pengadaan kaos kaki tersendiri senilai Rp2,42 miliar, sehingga memunculkan pertanyaan publik terkait konsistensi pernyataan pemerintah. 

Tak hanya sepatu, sejumlah barang lain juga diduga mengalami selisih harga signifikan dibanding harga pasar.

Pengadaan drone misalnya, tercatat mencapai Rp4,03 miliar. Salah satu penyedia di e-katalog menawarkan drone DJI Mini 5 Pro Combo RC2 Plus seharga Rp25 juta, padahal harga resmi di toko DJI sekitar Rp18 juta. 

Begitu pula mesin cuci dua tabung merek Polytron yang dianggarkan Rp2,55 juta per unit, sementara harga resmi di toko tercatat sekitar Rp1,82 juta. 

Ada pula pengadaan jam dinding Seiko dengan harga Rp666 ribu per unit, sedangkan harga produk serupa di toko resmi berkisar Rp360 ribu.

Foto bingkai Presiden dan Wakil Presiden juga disebut dianggarkan hingga Rp1 juta per pasang dengan total realisasi mencapai Rp2,72 miliar. 

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.