Jakarta, Sinata.id - Jusuf Kalla meledak di ruang publik. Ledakan itu membuat banyak pihak tersentak.
Saat menggelar konferensi pers terkait klarifikasi isi ceramahnya di masjid UGM pada 5 Maret 2026, pria yang akrab disebut JK itu mengungkap banyak hal.
JK menggelar konfres di rumahnya kawasan Jakarta Selatan pada Sabtu (18/4/2026) sepulang dari Jepang dalam rangka kegiatan Dewan Masjid Indonesia.
Agenda klarifikasi isi ceramahnya, berupa potongan video tak sampai 2 menit, yang belakangan dilaporkan GAMKI ke Polda Metro Jaya, justru menebar aroma kemarahan dari JK.
JK merasa bahwa potongan video yang kemudian disebar di ruang publik dianggap sebagai bagian fitnah.
Karena isinya jauh dari konteks ceramahnya yang membeberkan soal konflik Poso dan Ambon, dengan latar konflik agama.
JK memastikan dirinya tidak membahas dogma agama dalam ceramahnya, terutama soal penggunaan istilah syahid bagi umat Kristen. Tidak ada niatannya untuk menista ajaran agama tertentu.
Namun penjelasan eks Ketua Umum Partai Golkar itu kemudian melebar pada perjalanan politiknya di masa lalu, terutama terkait Joko Widodo alias Jokowi, yang adalah Presiden ke-7 RI. JK pernah menjadi wakilnya pada periode 2014-2019.
JK ‘merasa’ ada semacam serangan terhadap dirinya pasca melaporkan Rismon Sianipar ke Polda Metro Jaya, buntut tuduhan JK disebut mendanai kelompok Roy Suryo dalam memainkan isu ijazah Jokowi.
Apalagi JK pernah meminta Jokowi untuk segera menunjukkan saja ijazahnya ke publik. Mengingat persoalan ijazah UGM yang disebut palsu itu sudah membuat pertengkaran di ruang publik selama 2 tahun.
JK akhirnya meledak dan membuka tabir perjalanan politiknya bersama Jokowi, diantaranya menyebut bahwa dirinyalah yang membawa Jokowi ke Jakarta untuk menjadi Gubernur DKI dan dirinya juga punya andil besar menjadikan Jokowi sebagai presiden.
Lantas, bagaimana skema perjalanan politik Jokowi dan JK dalam sejarah politik modern di Tanah Air.
JOKO WIDODO (JOKOWI)
├─ 2005 : Terpilih sebagai Wali Kota Surakarta
│ → dikenal lewat gaya blusukan & reformasi birokrasi
├─ 2010 : Terpilih kembali sebagai Wali Kota Surakarta
├─ 2012 : Menang Pilkada DKI Jakarta
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.