Tapanuli Tengah, Sinata.id – SMP Negeri 1 Tukka, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), menggandeng KAL Recycle dalam pelaksanaan program Sekolah Asri yang resmi diluncurkan pada Senin (11/5/2026).
Kegiatan peluncuran dipusatkan di SMPN 1 Tukka dan turut melibatkan SMP Huraba Tukka sebagai bagian dari program percontohan pengelolaan lingkungan sekolah.
Acara tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Tapteng, Johanes Simanjuntak, perwakilan RSUD Pandan German Sitompul, Direktur Operasional KAL Recycle Ranto Simanjuntak, serta Asosiasi Pengusaha Sampah Indonesia (APSI).
Johanes mengatakan program tersebut merupakan bagian dari perhatian Pemerintah Kabupaten Tapteng untuk mewujudkan sekolah yang layak, bersih, dan nyaman sebagai taman belajar bagi siswa.
“Saat ini SMPN 1 Tukka menjadi satu-satunya sekolah tingkat SMP yang dijadikan pilot project. Jika berhasil, program ini akan dikembangkan menjadi program unggulan dan diterapkan di seluruh sekolah di Tapanuli Tengah,” ujarnya.
Ia menambahkan, pascabencana yang terjadi di wilayah tersebut, sekolah perlu melakukan berbagai pembenahan, termasuk membangun budaya kebersihan dan kepedulian lingkungan.
“Kita harus bangkit mewujudkan sekolah yang tangguh. Budaya kebersihan harus dimulai dari karakter dan kesadaran diri masing-masing,” tegas Johanes.
Sementara itu, Kepala SMPN 1 Tukka, Dozier Siregar, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara sekolah, Dinas Pendidikan, RSUD Pandan, dan KAL Recycle dalam mendukung program tersebut.
Menurutnya, program Sekolah Asri tidak hanya bersifat seremonial, tetapi akan dilaksanakan secara berkelanjutan melalui berbagai kegiatan edukasi dan pengelolaan lingkungan.
“Program ini akan terus dijalankan secara konsisten. Kami berterima kasih kepada KAL Recycle atas pendampingan dan edukasi yang diberikan kepada sekolah,” katanya.
Dozier menjelaskan salah satu implementasi program tersebut adalah pengelolaan sampah terpilah yang mencakup sampah organik, anorganik, dan residu.
Selain itu, warga sekolah juga akan dibina untuk mengolah sampah menjadi produk yang lebih bernilai, seperti pembuatan kompos dari sampah organik dan pemanfaatan kembali sampah plastik melalui daur ulang.
“Melalui program ini, kami berharap siswa tidak lagi membuang sampah sembarangan, tetapi mampu memilah sampah sesuai jenisnya. Hal ini penting untuk membentuk karakter peduli lingkungan sejak dini,” jelasnya.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.