MENU
📍Siantar 📍Simalungun 📍Medan 📍Singkil 📍Taput 📍Sibolga
Tarekat dan Suluk Ilallah
WA FB
Kolom

Tarekat dan Suluk Ilallah

G Editor : Gunawan Purba | 01 May 2026 | 09:42 WIB
Tarekat dan Suluk Ilallah
Tuan Guru Bah Yoga, Erayadi MPd

Oleh : Erayadi MPd Tuan Guru Bah Yoga Dosen STAI Samora

I. Pendahuluan

Thoriqoh yang dalam kamus Besar Bahasa Indoneia ditulis ‘Tarekat”, dan kata Tarekat ini akan menjadi pembahasan pada tulisan ini.

Tulisan ini memang tidak kaya dengan referensi, tetapi cukup memberikan gambaran pada para pembaca tentang apa dan bagaimana tarekat sebenarnya.

Tulisan ini juga merupakan refleksi dari perjalanan spiritual penulis. Di awal perjalanan bertarekat, penulis menerima penjelasan dari pengajar tarekat (pengajar disebut Khalifah).

Khalifah dari sebuah tarekat yang bernama tarekat Naqsyabandiyah. Khalifah tersebut menjelaskan bahwa tarekat adalah jalan. Jalan menuju Allah, untuk sampai kepada Allah dan bertemu dengan Allah,serta mendapat kasih sayang Allah.

Jalan menuju Allah diawali dengan berbai’at tarekat naqsyabandiyah. Bai’at berarti berjanji setia dihadapan guru, untuk melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah, serta mencintai Allah dan RasulNya dengan segenap jiwa dan raga.

Amalan utama setelah bai’at ini adalah “Zikrullah”. Zikrullah berarti mengingat Allah. Hal ini untuk mengamalkan firman Allah, surat Al Ahzab ayat 41 “Hai orang-rang yang beriman, ingatlah Allah dengan ingatan yang sebanyak- banyaknya”.

Tentu saja, mengamalkan zikrullah dengan tata cara yang sudah diajarkan secara khusus oleh guru.

Sampai kepada Allah dalam arti bahwa, seperti yang tertera pada surat Al Hijr ayat 99 “ Dan beribadah lah pada Tuhan mu sampai datang keyakinan”.

Serta mengamalkan hadits rasul “Sembahlah Allah seolah-olah engkau malihat Nya, dan apabila engkau tidak melihat Nya, yakinilah pasti Allah melihat mu” (HR Muslim dari Umar Bin Khattab).

Bertemu dengan Allah adalah harapan dan cita cita sejati semua orang yang beriman. Ini sangat sesuai dengan firman Allah, surat Al Kahfi ayat 110 “… maka barangsiapa yang ingin bertemu dengan Tuhannya, maka beramal soleh dan jangan sekali kali menyekutukan Nya dengan sesuatu”.

Mendapat kasih sayang Allah merupakan hadiah terbaik dari Allah. Kasih dan sayang Allah diberikan kepada orang orang yang takut kepada Nya. Firman Allah surat Al Bayyinah ayat 8 “… Allah Ridho kepada mereka, dan merekapun ridho kepada Nya…”. Kemudian surat Al Fajr ayat 27-28 “Wahai jiwa yang tenang. Kembalilah epada Tuhanmu dengan Ridho dan diridhoi Nya”.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.