Rangkaian kalimat berjalan menuju kepada Allah, sampai kepada Allah, bertemu dengan Allah dan mendapat kasih sayang Allah merupakan terjemahan dari kata tarekat sekaligus juga untuk mengenal Nya.
II. Pembahasan
Analisis kata “Berjalan”
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Berjalan berarti melangkahkan kaki maju, bergerak dari satu titik ke titik lain, atau (secara kiasan) berlangsung/berlaku (tentang peraturan/proses). Maknanya bisa harfiah (bergerak kaki) atau kiasan (sesuatu sedang berjalan/berproses). Kata dasar dari Berjalan adalah Jalan.
Jalan dalam KBBI memiliki arti tempat lalu lintas kendaraan atau orang (kata benda), arah atau rute untuk mencapai suatu tempat, perlintasan, atau cara / metode untuk mencapai sesuatu (kata benda). Secara harfiah, berjalan adalah pergerakan tubuh dengan melangkahkan kaki dari satu titik ke titik lain, namun maknanya berkembang untu menggambarkan berbagai proses yang berjalan atau berlangsung.
Berjalan menuju Allah adalah perjalanan spiritual atau sering juga disebut perjalanan ruhani atau perjalanan batin seseorang untuk mendekatkan diri kepada Allah. Waktu perjalanannya berlangsung berkekalan berkepanjangan seumur hidup.
Mendekatkan diri kepada Allah mealui ibadah zahir dan batin, diistilahkan oleh pengamal tarekat dengan “Dawamul Ubudiyah Zohiron wa batinan ma’a Dawamil Khudhuril Qolbi Ma’Allah (Berkekalan berkepanjangan ibadah kepada Allah zahir batin dan berkekalan berkepanjangan hadir hati akan Allah).”
Pengamalannya diawali dengan taubat an nashuha, dilanjutkan dengan zikrullah, Solat, dan amaliya yang lain. Dalam perspektif tarekat, berjalan menuju Allah adalah perjalanan spiritual yang dibimbing guru (yang disebut Mursyid) untu menyucikan diri (tazkiyatun Nafs), mendekatkan diri kepada Allah (taqorrub), pengenalan hakiki (ma’rifat), dan mengikis keakuan melalui riyadho dan mujahadah.
Analisis kata “Sampai”
“Sampai” menurut KBBI frasa yang sering digunakan untuk menyatakan ketibaan (tiba di suatu tempat), pencapaian (cita-cita), atau batas (waktu/jumlah), dengan sampai berfungsi sebagai kata kerja atau preposisi, dan dalam konteks formal sering ditulis “sampai dengan” untuk menunjukkan batas waktu, tempat, atau jumlah dengan lebih jelas dan resmi.
Penggunaan yang benar tergantung konteks kalimat, bisa berarti “hingga tiba” (e. g., sampai di rumah) atau “hingga batas” (e. g., sampai am 5).
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.