“Sampai kepada Allah” berarti mencapai tingkatan spiritual yang mendalam, merasakan kedekatan dan pengetahuan hakiki tentang Allah melalui pengalaman batin, bukan penyatuan fisik, dicapai melalui ketaatan, zikir, dan tawakkal, yang menghasilkan ketenangan hati dan pemahaman mendalam tentang Allah.
Ini adalah pengalaman makrifat yang melampaui batas indera, di mana seseorang menyadari pengawasan Allah dan merasa tenang dengan mengingat Nya, mencapai puncak keimanan dan ketakwaan.
Hakikat “sampai kepada Allah” yaitu : Pengetahuan Hakiki (ma’rifat), yakni mendapatkan pengetahuan langsung (penyaksian mata batin) tentang hakikat, kebesara dan keagungan Allah.
Wushul Ilallah (kedekatan batin/ruhani/spiritual), yakni merasakan kedekatan batin, pengalaman ruhani, dan perjalanan spiritual.
Jiwa Muthmainna, yakni jiwa yang tenang karena senantiasa mengingat Allah.
Ketundukan dan Ketaatan, yakni mengutamakan kehendak Allah di atas kehendak diri sendiri, serta taat saat sendiri maupun ramai dan senantiasa memohon kepada Allah agar hati istiqamah dalam ketaatan.
Kesadaran Pengawasan (Muroqobah), yakni merasa selalu dalam pengawasan dan pengetahuan Allah, sehingga mengarahkan ucapan dan perbuatan dalam keadaan baik.
Analisis kata “Bertemu”
Masih menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bertemu berarti berjumpa, bersua, berhadapan muka, menemui, atau menjadi satu (bersambung), bisa karena kesepakatan (janji) atau tidak sengaja (kebetulan), dan bisa juga berarti mencapai (harapan) atau terkena (bahaya). Kata ini memiliki banyak makna tergantung konteksnya, seperti “betemu muka” (tatap muka), “bertemu ujung” (bersambung), atau “bertemu duga” (wawancara).
Bertemu Allah adalah keyakinan setiap insan akan kembali dan bertemu dengan Allah. Bagi kalangan tarekat pertemuan terjadi tidak hanya di akhirat saja tetapi di dunia juga bisa bertemu. Syarat bertemu Allah : Beramal saleh dan tidak syirik, surah Al Kahfi ayat 110 “Katakanlah (Muhammad), “Sesungghnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu yang diwahyukan kepada Ku bahwa Tuhan kamu adalah Tuhan yang Esa.” Siapa yang mengharapkan pertemuan dengan Tuhannya hendaklah beramal saleh dan tidak menjadikan sesuatu apapun sebagai sekutu dalam beribadah kepada Tuhannya.
Kembali kepada-Nya
Mengutip potongan ayat dalam Al Qur’an Surah Al Baqarah ayat 156 “Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Ro Ji’un “Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada Nya kami akan kembali. Ha ini menunjukkan ketundukkan pada Allah SWT atas segala perintah dan ketetuan Nya.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.