MENU
Usai Viral dan Disorot Publik, Kapolri Demosi 3 Kapolres
WA FB
Nasional

Usai Viral dan Disorot Publik, Kapolri Demosi 3 Kapolres

R Editor : Redaksi Sinata | 02 Mar 2026 | 16:59 WIB
Usai Viral dan Disorot Publik, Kapolri Demosi 3 Kapolres
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Ist)

Jakarta, Sinata.id — Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengambil langkah tak biasa dalam pembaruan internal Polri. Dalam rangka penyegaran struktur organisasi dan respon atas berbagai kasus yang mencuat di publik, tiga Kepala Polisi Resor (Kapolres) yang sempat menjadi sorotan masyarakat resmi di-demosi atau diturunkan jabatannya. Keputusan ini tertuang dalam surat telegram mutasi terbaru yang dikeluarkan akhir Februari 2026.

Mutasi itu merupakan bagian dari sekitar 54 pergeseran jabatan di tubuh Polri, termasuk promosi, rotasi, serta pemberhentian karena masa pensiun. Dari 54 personel yang dimutasi, tiga di antaranya dipindahkan posisi melalui status evaluasi/demosi akibat penilaian kinerja dan integritas yang tak sejalan dengan ekspektasi institusi.

Kapolres Sleman, Bima Kota, dan Bungo Turun Jabatan

Dalam keputusan yang dikeluarkan lewat Surat Telegram (ST) Kapolri nomor ST/440/II/KEP./2026 tertanggal 27 Februari 2026, gelombang mutasi itu telah efektif berlaku. Ketiga Kapolres yang mengalami demosi adalah:

  • Kombes Pol Edy Setyanto Erning Wibowo, sebelumnya menjabat Kapolresta Sleman Polda DIY, kini ditempatkan di Divisi Hukum dan Pembinaan (Divkum) Polri.

  • AKBP Didik Putra Kuncoro, yang semula bertugas sebagai Kapolres Bima Kota Polda NTB, digeser sebagai Perwira Menengah (Pamen) Yanma Polri. Jabatan barunya itu dipandang sebagai bagian dari proses administrasi lanjutan usai kasus hukum yang menimpanya.

  • AKBP Natalena Eko Cahyono, mantan Kapolres Bungo Polda Jambi, kini menjadi Pamen di Polda Jambi.

Mutasi ketiga perwira ini ditafsirkan sebagai respons tegas atas sejumlah peristiwa dan sorotan publik yang menimpa instansi di wilayah tugas mereka.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan, mutasi besar-besaran tersebut merupakan bagian dari strategi organisasi untuk menjaga profesionalisme serta meningkatkan kinerja seluruh anggota kepolisian di seluruh Indonesia.

“Mutasi dan rotasi jabatan di lingkungan Polri adalah hal yang wajar sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran organisasi,” ujar Isir, dikutip Senin (2/3/2026).

Menurutnya, langkah ini penting agar institusi tetap adaptif terhadap tuntutan tugas sekaligus menjaga kepercayaan publik yang kerap meningkat terhadap kinerja aparat di lapangan.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.