MENU
Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat di Desa Sibio-bio Tapteng...
WA FB
Regional

Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat di Desa Sibio-bio Tapteng Pascabanjir

J Editor : Jansen Siahaan | 07 Mar 2026 | 15:54 WIB
Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat di Desa Sibio-bio Tapteng Pascabanjir
Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat di Desa Sibio-bio Tapteng Pascabanjir

Tapteng, Sinata.id – Warga Desa Sibio-bio, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), bergotong royong membangun jembatan darurat setelah wilayah tersebut sempat terisolasi akibat banjir yang terjadi pada 25 November 2025 serta banjir susulan pada 16 Februari 2026.

Jembatan darurat tersebut dibangun secara swadaya oleh masyarakat untuk menghubungkan Desa Sibio-bio dengan Desa Muara Sibuntuon. Akses ini menjadi jalur penting bagi aktivitas masyarakat, terutama untuk perekonomian warga. Pembangunan jembatan darurat tersebut dilakukan pada Sabtu (7/3/2026).

Salah seorang warga, Ama Arjun, mengatakan bahwa masyarakat dari kedua desa bekerja sama secara gotong royong untuk membangun akses penyeberangan tersebut.

“Warga dari dua desa bergotong royong membangun akses jalan ini. Jalur ini menjadi satu-satunya urat nadi perekonomian masyarakat,” ujar Ama Arjun.

Ia menjelaskan, jembatan darurat dibangun dengan memanfaatkan batu-batu dari sekitar sungai yang dimasukkan ke dalam bronjong, kemudian di atasnya dipasang beberapa papan kayu sebagai lintasan bagi sepeda motor maupun pejalan kaki.

Meski bersifat sementara, warga berharap jembatan tersebut dapat bertahan dari derasnya arus sungai, terlebih curah hujan di wilayah tersebut masih cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir.

Namun, kondisi jembatan darurat tersebut tetap memiliki risiko bagi warga yang melintas. Ratusan warga yang tinggal di Desa Sibio-bio harus berhati-hati saat menyeberang, karena kendaraan bisa saja terperosok ke sungai jika tidak melewati jembatan dengan hati-hati.

“Jembatan darurat ini dibangun secara swadaya oleh masyarakat dan dibantu aparat desa melalui kegiatan gotong royong hingga jembatan selesai digunakan,” tambahnya.

Ama Arjun juga mengungkapkan bahwa sebelumnya banyak kendaraan warga yang mengalami kerusakan saat harus menyeberangi sungai secara langsung. Kondisi itulah yang mendorong masyarakat untuk membangun jembatan darurat sebagai solusi sementara.

Saat ini, warga dari kedua desa berharap pemerintah serta TNI dan Polri dapat membantu mempercepat pembangunan jembatan permanen, karena jalur tersebut merupakan satu-satunya akses penghubung antar desa yang digunakan masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari. (benny)

 

 

 

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.