Ketiga, perubahan pola visualisasi sejarah dari konsep “pahlawan tunggal” menjadi pengakuan kolektif terhadap para misionaris dan tokoh lokal Batak.
“Demikian usulan ini saya sampaikan dengan harapan tim yang dibentuk dapat bekerja secara independen demi kemuliaan Tuhan,” tutup Robin.
Sebelumnya, Robin Simanullang juga diketahui telah bertemu langsung dengan Ephorus HKBP Pdt. Victor Tinambunan di Sopo Marpingkir, Jakarta, pada 1 Mei 2026. Dalam pertemuan itu, ia menyampaikan pentingnya pelurusan sejarah misionaris dan mengapresiasi pembentukan Tim Sejarah Misionaris oleh HKBP. (SN22)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.