MENU
Horas Hasugian Bantah Tuduhan Penyerobotan Tanah: Usahai Sejak 2014, S...
WA FB
Regional

Horas Hasugian Bantah Tuduhan Penyerobotan Tanah: Usahai Sejak 2014, Surat Kades Hendri Berutu Diduga Cacat Hukum

R Editor : Redaksi Sinata | 02 Jul 2025 | 22:56 WIB
Horas Hasugian Bantah Tuduhan Penyerobotan Tanah: Usahai Sejak 2014, Surat Kades Hendri Berutu Diduga Cacat Hukum
Ferry SP Sinamo,SH\nMH,CPM CPArb mendampingi Horas Hasugian di Mapolres Papkak Bharat.

Pakpak Bharat, Sinata.id – Horas Hasugian, warga Desa Pardomuan, Kecamatan Tali Urang Julu, Kabupaten Pakpak Bharat, membantah tegas tuduhan penyerobotan tanah yang dilaporkan ke Polres Pakpak Bharat melalui LP Nomor: LP/B/33/VI/SPKT/Polres Pakpak Bharat/Polda Sumut tanggal 12 Juni 2025. Tuduhan tersebut menurutnya tidak berdasar, karena tanah yang diusahainya telah ia kelola secara sah dan damai sejak tahun 2014.

Melalui kuasa hukumnya, Ferry SP Sinamo, SH, MH, CPM, CPArb, Horas Hasugian menjelaskan bahwa ia mendapatkan izin lisan langsung dari pamannya (alm.) Kabul Hasugian, yang sebelumnya mengusahai tanah tersebut.

“Klien kami mengusahai tanah tersebut sejak 2014 secara terbuka, damai, dan terus menerus tanpa pernah diganggu atau diprotes oleh siapapun, termasuk pemerintah desa. Baru pada tahun 2025 muncul klaim sepihak yang langsung dibawa ke ranah pidana, tanpa ada gugatan perdata terlebih dahulu,” jelas Ferry.

Tudingan Penyerobotan Tak Berdasar

Tuduhan bahwa peristiwa penyerobotan terjadi pada 8 Agustus 2005 dinilai sangat janggal, karena saat itu kliennya belum pernah mengusahai tanah tersebut. Justru sejak 2014 tanah itu telah diusahai Horas Hasugian tanpa interupsi.

Ferry menilai bahwa unsur dalam Pasal 385 KUHP tentang penyerobotan tanah tidak terpenuhi, karena pengusahaan dilakukan secara sah dan tidak ada niat jahat maupun perbuatan melawan hukum.

Surat Kepala Desa Diduga Cacat Hukum

Salah satu dokumen yang dijadikan dasar laporan, yakni Surat Keterangan Hak Kepemilikan atas Tanah Nomor: 500.17.4.1/213/1215.04/2002/2025 tertanggal 12 Juni 2025, yang dikeluarkan oleh Kepala Desa Pardomuan, Hendri Berutu, juga dipertanyakan legalitas dan motivasinya.

“Kami menilai surat itu cacat hukum, karena terbit di hari yang sama dengan laporan polisi dan menyatakan tanah tersebut milik Gomar Berutu tanpa ada proses klarifikasi, berita acara, atau mediasi dengan klien kami yang telah mengusahai tanah selama lebih dari 10 tahun,” ujar Ferry.

Ia menegaskan bahwa kepala desa tidak berwenang menetapkan hak kepemilikan atas tanah, dan harus tunduk pada ketentuan hukum perdata serta pertanahan resmi.

Belum Ada Somasi ke Kepala Desa, Akan Dikonfirmasi Dasar Penerbitan Surat

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.