MENU
Kasih yang Tidak Berkesudahan: Salib Sebagai Wujud Penebusan
WA FB
Regional

Kasih yang Tidak Berkesudahan: Salib Sebagai Wujud Penebusan

R Editor : Redaksi Sinata | 20 Apr 2025 | 21:46 WIB
Kasih yang Tidak Berkesudahan: Salib Sebagai Wujud Penebusan
Selamat Paskah dari: St Ferry SP Sinamo, SH, MH, CPM, CPArb & Ny St. Ferry Hennawati Saragih, SP.

5. Dihadapkan kepada Pilatus dan Herodes (Luk 23:1–12)

Walaupun tidak ditemukan kesalahan, Yesus tetap dijatuhi hukuman mati karena tekanan massa. Pilatus mencuci tangan, tetapi dunia tidak bisa mencuci tanggung jawab atas penyaliban Sang Juruselamat.

6. Dicambuk (Yoh 19:1)

Cambukan Romawi menyebabkan luka-luka parah dan penderitaan luar biasa. Tubuh-Nya yang tak bercela dicabik demi menyembuhkan luka jiwa dan dosa manusia.

7. Memikul Salib (Yoh 19:17; Luk 23:26)

Dalam keadaan lemah dan berdarah, Yesus memikul salib-Nya menuju Golgota. Simon dari Kirene membantu-Nya, menjadi lambang bahwa salib Kristus kini dipikul bersama oleh umat-Nya.

8. Penyaliban di Golgota (Luk 23:33–46)

Yesus dipaku di kayu salib, tergantung dalam penderitaan, menghadapi ejekan dan ditinggalkan oleh murid-murid-Nya. Ia berkata, “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (Luk 23:34)

9. Kematian (Yoh 19:30)

Setelah sekitar enam jam, Ia berseru, “Sudah selesai.” Misi penebusan dosa manusia telah sempurna. Tabir Bait Suci terbelah dua dari atas ke bawah, menandai terbukanya jalan langsung kepada Allah.

10. Penusukan oleh Tombak (Yoh 19:34)

Seorang prajurit menusuk lambung-Nya, keluarlah darah dan air. Darah sebagai lambang penebusan, air sebagai lambang kehidupan baru dalam Roh Kudus.

II. Kasih yang Tidak Berkesudahan (Ratapan 3:22-23)

Kasih Tuhan tidak terbatas oleh waktu atau kondisi. Ia tetap setia, mengampuni, dan memulihkan. Bahasa Ibrani menyebut kasih ini sebagai "chesed," yakni kasih setia yang abadi. Kasih ini tidak berubah meski manusia berubah.

III. Salib sebagai Wujud Kasih dan Penebusan (Yoh 15:13)

“Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.” Yesus, Anak Domba Allah, menanggung dosa dunia (Yes 53:5), dan salib menjadi lambang kasih Allah yang terbesar. Ia tidak hanya mati untuk sahabat-Nya, tetapi juga untuk musuh-Nya (Roma 5:8).

IV. Respons Iman Kita

Hidup dalam kasih tanpa syarat (1 Yoh 4:7-8): Kasih adalah identitas sejati orang percaya.

Mengampuni seperti Kristus (Ef 4:32): Pengampunan membuka jalan bagi pemulihan.

Memikul salib dan hidup dalam kebenaran (Luk 9:23): Mengikuti Kristus berarti menyangkal diri setiap hari.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.