MENU
Mendagri Resmikan Huntara, Bupati Taput Pastikan Pengungsian Kosong
WA FB
Regional

Mendagri Resmikan Huntara, Bupati Taput Pastikan Pengungsian Kosong

J Editor : Jansen Siahaan | 05 Feb 2026 | 21:40 WIB
Mendagri Resmikan Huntara, Bupati Taput Pastikan Pengungsian Kosong
Bupati Taput Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat menyampaikan sambutannya. (istimewa)

Tapsel, Sinata.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto dan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution, meresmikan Hunian Sementara (Huntara) serta menyerahkan Dana Tunggu Hunian (DTH) secara serentak di tiga provinsi, yakni Sumut, Sumatera Barat, dan Aceh.

Peresmian tersebut dilaksanakan secara hybrid dan dipusatkan di Lapangan Bola Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel). Kegiatan ini diikuti secara daring oleh Bupati Tapanuli Utara (Taput) Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, didampingi Wakil Bupati Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., Dandim 0210/TU Letkol Kav. Ronald Tampubolon, Wakapolres Taput, jajaran pimpinan perangkat daerah, serta masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Dusun Sibalanga, Kecamatan Adian Koting, Kamis (5/2/2026).

Gubernur Bobby menyampaikan apresiasi kepada Mendagri selaku Ketua Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi, serta mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas perhatian pemerintah pusat terhadap daerah terdampak bencana.

Ia menegaskan komitmen pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota agar sebelum Ramadan tidak ada lagi masyarakat yang tinggal di posko pengungsian, melainkan telah menempati huntara, hunian hotel, atau rumah kontrakan yang difasilitasi pemerintah.

Sementara itu, Tito Karnavian mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut bersama para kepala daerah dalam mempercepat penyediaan huntara. Ia menyebutkan bahwa program ini dilaksanakan serentak di delapan kabupaten/kota terdampak bencana dengan total 1.300 unit huntara yang dibangun di seluruh lokasi.

Dalam laporannya, Bupati Jonius menyampaikan bahwa proses pendataan rumah terdampak telah selesai diverifikasi secara by name by address (BNBA). Dari total 486 unit rumah terdampak, sebanyak 258 unit mengalami rusak berat, 39 unit rusak sedang, dan 189 unit rusak ringan. Seluruh data tersebut telah disampaikan kepada pemerintah pusat sebagai dasar penanganan lanjutan.

Untuk penanganan sementara, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Taput telah membangun 103 unit hunian tetap, 58 unit secara insitu (onsite), serta 40 unit hunian sementara. Sejak peresmian ini, dipastikan tidak ada lagi warga yang tinggal di pengungsian. Bantuan DTH juga telah disalurkan kepada 112 kepala keluarga dan terus diusulkan bagi keluarga terdampak lainnya.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.