MENU
Neny Angelina Soroti Pentingnya Data Dasawisma untuk Cegah Stunting di...
WA FB
Regional

Neny Angelina Soroti Pentingnya Data Dasawisma untuk Cegah Stunting di Taput

Admin SINATA.ID Editor : Admin SINATA.ID | 10 Jun 2026 | 13:03 WIB
Neny Angelina Soroti Pentingnya Data Dasawisma untuk Cegah Stunting di Taput
Ketua TP PKK Kabupaten Tapanuli Utara, Neny Angelina Purba, memberikan arahan kepada kader PKK dan Dasawisma. (diskominfotaput)

Tapanuli Utara, Sinata.id – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Neny Angelina Purba, memberikan bimbingan dan arahan dalam kegiatan Monitoring Desa Percontohan PKK Kecamatan Muara yang digelar di Desa Sibandang, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri pengurus TP PKK Taput, pimpinan Organiasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam tim monitoring, Camat Muara beserta jajaran TP PKK Kecamatan Muara, kepala desa, serta kader PKK dan Dasawisma Desa Sibandang.

Dalam arahannya, Neny menegaskan bahwa data Dasawisma merupakan fondasi utama dalam pelaksanaan berbagai program PKK. Menurutnya, data yang akurat menjadi dasar penyusunan kebijakan dan program yang tepat sasaran, mulai dari penanganan stunting, kondisi sanitasi rumah tangga, hingga pemetaan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

Karena itu, kader Dasawisma diminta terus memperbarui dan melengkapi administrasi secara tertib agar tersedia basis data yang valid untuk mendukung program kerja PKK.

“Data Dasawisma yang akurat sangat penting untuk memastikan setiap program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Selain penguatan data, Ketua TP PKK Taput juga menekankan pentingnya optimalisasi program unggulan pada setiap kelompok kerja (Pokja).

Pokja I diarahkan untuk memperkuat pembinaan karakter keluarga, pola asuh anak dan remaja di era digital, serta pencegahan kekerasan dalam rumah tangga dan penyalahgunaan narkoba.

Pokja II didorong mengembangkan program peningkatan pendapatan keluarga melalui Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) serta memperluas literasi masyarakat.

Sementara itu, Pokja III difokuskan pada pemanfaatan pekarangan rumah untuk mendukung ketahanan pangan keluarga dan diversifikasi pangan bergizi. Adapun Pokja IV diarahkan mempercepat penurunan angka stunting melalui peningkatan layanan kesehatan, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, serta perencanaan keluarga yang sehat.

Dalam kesempatan tersebut, Neny juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor antara TP PKK dan perangkat daerah. Menurutnya, keberhasilan program PKK tidak dapat dicapai secara mandiri, melainkan membutuhkan dukungan berbagai instansi terkait, mulai dari sektor kesehatan, pendidikan, pertanian, ketahanan pangan, pekerjaan umum, hingga sosial.

“Sinergi lintas sektor menjadi kunci agar program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga,” katanya.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.