Salah satu cerita yang diwariskan secara turun-temurun menyebutkan warna merah pada rumah dahulu dicampur dengan darah manusia, yakni darah tawanan perang atau musuh yang dipersembahkan saat pesta memasuki rumah baru.
Kepercayaan tersebut pada masa lampau diyakini sebagai simbol kekuatan spiritual dan perlindungan bagi rumah adat. Meski kini hanya menjadi bagian dari cerita lisan masyarakat, kisah itu tetap melekat dalam sejarah Rumah Bolon.
Saat ini, Rumah Bolon Pulau Sibandang tidak hanya menjadi peninggalan keluarga Rajagukguk, tetapi juga berkembang sebagai tujuan wisata budaya di kawasan Danau Toba.
Pengunjung datang untuk melihat langsung rumah berusia lebih dari tiga abad itu sekaligus merasakan suasana perkampungan adat Batak yang masih terjaga.
Di tengah arus modernisasi, keberadaan Rumah Bolon menjadi pengingat tentang kuatnya akar budaya masyarakat Batak yang diwariskan melalui bangunan, ukiran, dan cerita dari generasi ke generasi.
Dr. Sasma Hamonangan Situmorang mengatakan dirinya terus mendorong promosi wisata Pulau Sibandang, termasuk pelestarian Rumah Bolon sebagai warisan budaya Batak Toba.
Menurutnya, Rumah Bolon bukan hanya rumah adat, tetapi juga simbol sejarah dan identitas budaya yang memiliki daya tarik wisata bagi kawasan Danau Toba.
“Rumah Bolon telah ditetapkan sebagai cagar budaya melalui Keputusan Bupati Tapanuli Utara Nomor 41 Tahun 2024 tentang penetapan objek budaya sebagai benda, bangunan, dan struktur cagar budaya di Kabupaten Tapanuli Utara,” ujar Sasma di Pulau Sibandang, Sabtu (16/5/2026).
Ia juga mendorong pengembangan wisata berkelanjutan agar pelestarian budaya lokal dapat berjalan seiring dengan peningkatan ekonomi masyarakat setempat, sejalan dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2025 tentang perubahan atas UU Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.
Melalui berbagai kegiatan budaya dan promosi wisata, Sasma berharap Rumah Bolon Pulau Sibandang semakin dikenal wisatawan nasional maupun internasional sebagai salah satu ikon budaya Batak di kawasan Danau Toba. (SN15)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.