3. Perintah untuk memaafkan dengan cara yang baik (shafh al-jamil) diberikan kepada seorang sahabat terkemuka, Abu Bakar radhiyallahu 'anhu yang berkenaan dengan peristiwa haditsul ifk (berita bohong) yang menimpa Sayyidah Aisyah radhiyallahu 'anha.
Salah satu orang yang turut menyebarkan berita bohong itu adalah Misthah bin Utsasah, seorang kerabat dan fakir miskin yang selalu diberi nafkah oleh Abu Bakar.
Fitnah tersebut menuduh Sayyidah Aisyah radhiyallahu 'anha telah melakukan perzinahan dengan seorang sahabat, yaitu Shafwan bin Mu'aththal. Fitnah ini bermula ketika Aisyah tertinggal dari rombongan pasukan yang pulang dari Perang Bani Musthaliq.
Ia tertinggal karena mencari kalungnya yang hilang. Kemudian, Shafwan bin Mu'aththal, yang bertugas menyusul rombongan untuk memastikan tidak ada yang tertinggal, menemukan Aisyah.
Shafwan mengenali Aisyah, lalu ia menuntun untanya untuk dinaiki oleh Aisyah dan mengantarnya menyusul rombongan. Peristiwa inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh Abdullah bin Ubay bin Salul, gembong kaum munafikin Mekah, untuk menyebarkan berita bohong tersebut.
Sayangnya, Misthah bin Utsasah, yang merupakan kerabat dekat dan penerima bantuan finansial dari ayah Aisyah, Abu Bakar radhiyallahu 'anhu, juga ikut terpengaruh dan menyebarkan fitnah tersebut.
Hal ini dilukiskan dalam Al-Quran Surah An-Nur ayat 22 : “Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada.
Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
4. Pada masa Perang Uhud, Hamzah bin Abdul Muthalib, paman dari Nabi Muhammad SAW, gugur sebagai syahid.
Kisah kematiannya sangat tragis dan penuh duka. Hamzah, yang dikenal sebagai Singa Allah, adalah pejuang yang sangat gagah berani di medan perang. Ia memainkan peran penting dalam banyak pertempuran awal Islam.
Namun, ia menjadi target utama bagi kaum Quraisy karena keberaniannya dan kekesalan mereka atas perannya dalam Perang Badar. Kematian Hamzah direncanakan oleh Hindun binti Utbah, istri dari Abu Sufyan.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.