MENU
SPPG dan BGN Tapanuli Klarifikasi Sorotan Menu Program Makan Bergizi G...
WA FB
Regional

SPPG dan BGN Tapanuli Klarifikasi Sorotan Menu Program Makan Bergizi Gratis

J Editor : Jansen Siahaan | 27 Jan 2026 | 23:06 WIB
SPPG dan BGN Tapanuli Klarifikasi Sorotan Menu Program Makan Bergizi Gratis
Pemilik SPPG Bisukma Tarutung, Erikson Sianipar, bersama Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Tapanuli, S. Lubis. (sinata)

Taput, Sinata.id – Pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bisukma Group, Erikson Sianipar, bersama Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Tapanuli, S. Lubis, memberikan klarifikasi atas sorotan publik terkait penyajian menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah di wilayah Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput).

Tanggapan tersebut disampaikan menyusul beredarnya informasi di media sosial mengenai dugaan menu MBG yang dinilai tidak layak, seperti buah berulat, makanan rusak, hingga porsi yang dianggap tidak sesuai dengan standar kualitas dan kuantitas.

Erikson selaku pemilik dua SPPG di Tarutung, menyampaikan apresiasi atas kritik dan masukan yang disampaikan masyarakat. Menurutnya, perhatian publik tersebut menjadi bahan evaluasi penting untuk meningkatkan mutu pelaksanaan program MBG di Taput.

“Kami mengucapkan terima kasih atas saran dan kritik yang disampaikan. Hal ini menjadi masukan berharga agar pelaksanaan program MBG ke depan semakin berkualitas serta sesuai dengan kaidah penyajian pangan yang benar,” ujar Erikson kepada media, Selasa (27/1/2026).

Ia menegaskan bahwa setiap masukan akan segera ditindaklanjuti melalui pengecekan langsung di lapangan serta koordinasi dengan Koordinator BGN Wilayah Tapanuli dan para petugas SPPG di wilayah kerja masing-masing. Erikson juga menekankan pentingnya membangun budaya responsif terhadap kritik sebagai bagian dari upaya menciptakan kebiasaan baru yang positif.

Menurutnya, sikap terbuka terhadap masukan merupakan nilai yang harus ditanamkan dalam setiap individu dan organisasi yang terlibat dalam program pelayanan publik.

Ia menyebut pihaknya terus melakukan konsolidasi internal dengan melibatkan sumber daya manusia dari kalangan pemuda Tapanuli, sekaligus membina mitra eksternal seperti pelaku UMKM agar semakin profesional. Upaya tersebut dilakukan melalui penerapan budaya kerja internal yang konsisten guna meningkatkan kualitas layanan.

“Tidak mudah membangun kebiasaan positif, baik bagi pekerja maupun pelaku usaha. Namun, kami berkomitmen untuk terus memperbaiki diri bersama seluruh tim dan mitra,” katanya.

Sementara itu, S. Lubis, mengakui adanya sejumlah kekurangan dalam proses pengawasan pendistribusian menu MBG. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan meningkatkan intensitas pemeriksaan serta memberikan imbauan kepada seluruh SPPG dan penanggung jawab di sekolah agar lebih teliti dalam memastikan kualitas setiap paket MBG.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.