MENU
Banner SINATA.ID
Tarekat dan Suluk Ilallah
WA FB
Kolom

Tarekat dan Suluk Ilallah

G Editor : Gunawan Purba | 01 May 2026 | 09:42 WIB
Tarekat dan Suluk Ilallah
Tuan Guru Bah Yoga, Erayadi MPd

Jangan bersandar pada sesuatu waktu berzikir sama ada waktu sendirian, maupun waktu berjama’ah. Hendaklah istiqamah duduk pada tempatnya dan keluar ke sana ke mari kecuali dengan hajat.

Jika berhajat keluar dari tempatnya hendaklah badan diselubungi dengan kain supaya tidak kena panas mata hari dan tiupan angin, supaya tidak mudah sakit.

Hendaklah menghentikan amalan sunatnya karena membanyakkan zikrullah.

Hendaklah banyak menuntut rahmat kepada Allah ta’ala pada tiap-tiap kelakuan.

Perbuatlah segala kebajikan terutama kepada sesama ikhwan yang suluk supaya mendapatan doa’a mereka itu. Dikuati membawa adab kepada Khalifah yang di bawah gurunya seperti kepada gurunya juga.

Hendaknya banyak memberikan shodaqoh sewaktu kita ber-suluk supaya segera terbuka hijab kepada Allah ta’ala.

Apabila terjadi atas diri kita sesuatu di dalam berzikir, jangan dikabarkan kepada orang lain walapun kepada yang sesama suluk, tetapi hendaklah diberitahukan kepada siapa Khalifah yang dibawah gurunya, dan jangan ditanya apa-apa artinya yang tersebut itu.

Apabila berubah perasaan ketika berzikir itu, hendaklah dinafikan dengan segera. Jangan diputuskan zikirnya dan dikuati wukuf qalbi dan dihadirkan Robithoh. Hendaklah mengekalkan ingat kepada gurunya dan tiada bercerai tiliknya selama-lamanya.

Senantiasa ber-zikrullah yang diajarkan gurunya. Hendaklah berkekalan wukuf qalbi walau ke jamban sekalipun, selanjutnya senantiasa mensucikan hati dari pada maksud dan tujuan suluk, seperti hendak melihat sorga maupun neraka atau hendak melihat arwah Ibu Bapaknya di dalam kubur dan lain-lain, tetapi hendaknya semata-mata menuju Allah dan sampai bertemu dengan Allah serta mendapat keridhoan Allah, maka ingatlah tujuan doa munajat kita.

Adab Kemudian dari pada Suluk 9 hal, yakni : Dikuati zikrullah pada waktu lapang seperti selesai shalat magrib hingga waktu shalat isya, atau pada waktu sahur, dan apabila tidak dikuati zikir pada waktu tersebut mudah gelap mata hati kita, maka akan dustalah kasafnya, akhirnya sulit menjaga jama’ah dan lainnya.

Hendaklah malazimi berkhatam dan tawajuh pada hari selasa dan jum’at pada siang harinya ataupun malamnya di mana ada majlis zikir yang terdekat.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.